RSUD Soekarno Kembali Gelar Operasi Bersama RSCM

MERAWANG, BANGKA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (HC) Ir. Soekarno Babel kembali menggelar operasi bedah saraf bekerjasama dengan tim dokter dari  Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.  Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Operasi yang digelar pada Jumat  (27/10/2017) itu, merupakan tindak lanjut dari Program Sister Hospital yang tertuang dalam Nota Kesepahaman Nomor 440/007.b/RSUD/2017 Tanggal 6 Juni 2017 tentang Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (HC) Ir. Soekarno di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Sekda Babel Yan Megawandi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Babel drg. Mulyono Susanto dan Direktur  RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno dr. Hastuti, M.Sc terlihat mengantarkan tim operasi dan memimpin doa sebelum jalannya kegiatan operasi di Ruang Persiapan Operasi.

“Kita harapkan dengan adanya operasi ini, masyarakat Babel mengetahui bahwa RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno mampu melayani operasi dengan kategori bertaraf nasional,” ujar Yan Megawandi.

Tim operasi yang datang kali ini adalah dr. David Tandian, Sp.BS (K), dan dr. Bismo (Residen).  Sedangkan dari RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno adalah  dr. Ferry Kurniawan, Sp.BS,  dr. Farhan, Sp.An,  dr. Halim, Sp.An dengan dibantu oleh tim bedah RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno.

Operasi pada Jumat (27/10/2017) dilakukan terhadap pasien anak SS (2 bulan) yang menderita penyakit  Spina Bifida.  Pasien kedua pasien MA (4 bulan) yang menderita  penyakit Hidrosefalus Kongenital.  Kemudian  pasien LZ (4 bulan) yang menderita penyakit Spina Bifida + vp shunt,   pasien keempat DA  (10) yang menderita penyakit Tethered Cord Syndroma, dan pasien kelima SV (48) yang menderita penyakit Carpal Tunnel Syndroma, dan pasien ME (3 bulan) penderita penyakit posterior.

Dalam kesempatan sebelumnya  dr. David Tandian, Sp.BS (K), mengaku senang bisa datang ke Babel. “Sebetulnya saya datang kesini bukan yang pertama kali. Saya juga sempat melihat fasilitas di rumah sakit ini dan ternyata fasilitasnya tidak kalah dengan RSCM. Kalau kita lihat dari fasilitas bedah saraf di RSUD Soekarno Babel, itu hampir sama dengan RSCM,” tegasnya.

Bagi pihak RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno dengan adanya kegiatan sister hospital ini, tentunya mendapat kesempatan untuk menyerap ilmu pengetahuan dan menambah pengalaman. Hal ini juga  merupakan tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani oleh Gubernur Babel. Dr. H. Erzaldi Rosman dengan Direktur Utama RSCM Jakarta, Heriawan Sujono.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto mengatakan, atas nama Pemprov Babel ia mengucapkan terima kasih khususnya kepada RSCM yang telah menindaklanjuti program kerjasama Sister Hospital ini, sehingga memungkinkan untuk menugaskan tenaga yang sangat dibutuhkan di RSUD Soekarno.

“Tentunya ini luar biasa bagi masyarakat Babel. Bisa dibayangkan kalau kita rujuk ke RSCM Jakarta berapa biaya yang harus dikeluarkan,” tukas Mulyono.

Menurut salah seorang tim dari RSCM, peluang Sister Hospital harus dimanfaatkan secara optimal, karena dapat membantu masyarakat yang harus mendapatkan pengobatan serupa.

Untuk diketahui, daftar tunggu untuk operasi bedah saraf di RSCM sangat panjang. Sementara pasien yang sudah dirujuk ke RSCM dan sudah menunggu lebih dari tiga bulan terpaksa harus pulang karena menunggu terlalu lama.

“Bayangkan berapa biaya yang sudah dikeluarkan hanya untuk menunggu operasi,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, sejak melakukan kerjasama dalam program sister hospital dengan RSCM jumlah pasien yang menjalani operasi bedah saraf dan operasi lainnya di RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno meningkat secara signifikan. (irwanto/humas rsud soekarno)

Sumber: 
RSU Provinsi
Penulis: 
irwanto | vika
Fotografer: 
thomas | akhirullah
Editor: 
irwanto