PASIEN ADALAH RAJA

Di era persaingan bebas sekarang ini semua rumah sakit dituntut harus mampu melayani pelanggan/pasien dengan sebaik mungkin. Termasuk dalam melayani keluhan pelanggan yang merasa pelayanan rumah sakit kurang maksimal diterimanya. Oleh sebab itu rumah sakit  harus menggangap dan menghargai pelanggan seperti raja. Pelanggan harus diberikan pelayanan terbaik.

Demikian antara lain yang dikatakan oleh Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM)  Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD, MPH dalam kegiatan In House Training Service Excellence yang digelar dari tanggal  4 hingga 6 Mei 2017 di Ruang Pertemuan Gedung Bundar (GB) RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Babel.

Menurut Direktur RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno, dr. Lucia Shinta Silalahi dalam sambutan pembukaan kegiatan, dengan diterbitkannya UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, maka setiap institusi baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Oleh karena itu dibutuhkan pegawai yang mampu memberikan pelayanan prima. Salah satu jasa pelayanan publik yang dituntut banyak untuk hal ini adalah jasa pelayanan kesehatan,” papar Lucia.

Masih dikatakan Lucia, service excelence adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Sederhananya, pelayanan prima (excellence service) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan. “Sehingga dalam pelayanan prima terdapat dua elemen penting yang saling berkaitan yaitu pelayanan dan kualitas,” tukas Lucia yang pernah menjadi Direktur RSUD Kabupaten Bangka Barat ini.

Dipaparkan Lucia, seperti halnya fasilitas pelayanan publik mall, hotel dan apartemen, rumah sakit memiliki tuntutan besar dalam melayani pasien mereka. Begitu juga tenaga medis yang memberikan pelayanan kurang memuaskan dan akhirnya berdampak pasien tidak mau lagi berobat di rumah sakit tersebut. “Jika kita berbicara kepuasan pelayanan tentunya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bagian customer services melainkan peran serta seluruh unit di rumah sakit dituntut juga untuk menerapkan pelayanan prima untuk terciptanya,” harap Lucia.

Sedangkan menurut Ketua Panitia Pelaksana, Fiany Dharyanti tujuan digelarnya pelatihan ini antara lain untuk memahami konsep service bagi kelangsungan pelayanan kesehatan, melihat konsep pelayanan prima dari sudut pandang customer, membantu peserta memahami komunikasi yang efektifv guna menciptakan citra positif  dan integritas rumah sakit yang tinggi. Juga memahami dan menguasai aplikasi pelayanan prima  di lingkungan rumah sakit, mampu menguasai karakter dan typical pasien secara terampil dan cekatan hingga penguasaan diri dalam menghadapi keluhan pasien serta bertindak bijak dalam menanggapinya.

Salah seorang peserta pelatihan, Juita yang juga Kepala Ruangan OK RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno menyatakan dirinya sangat beruntung mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Dengan mengikuti pelatihan ini kita dapat memiliki bekal dan motivasi positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.  Apalagi rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang harus menerapkan pelayanan publik secara optimal,” ujar Juita. 

Selain Nina Kemala Sari, nara sumber  yang hadir adalah motivator mitra RSCM Dr. Jen Zainal Asyikin, Kepala Bagian pemasaran RSCM Sulatin, Koordinator Pelayanan Humas Bagian Pemasaran RSCM, Rosita, dan Penanggungjawab Media Bagian Pemasaran RSCM, Yoke E. Pandiangan. Juga hadir Kepala Dinas Kesehatan Babel  Mulyono Susanto. (irwanto/thomas/akmal/Akhirullah /diba/humas rsud soekarno)

Sumber: 
RSU Provinsi
Penulis: 
Irwanto
Fotografer: 
Thomas Casilas/ Akmal
Editor: 
Irwanto