Jalan Lintas Timur Kembali Makan Korban

Jalan Lintas Timur  yang rusak parah dan mengundang maut kembali makan korban. Pada Senin (17/4) lalu Budiyono, SE (36) pegawai RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno terjungkal dari sepeda motor yang dikendarainya setelah terperosok lubang jalan. Akibatnya, pria yang tinggal di Tuatunu itu harus menderita luka parah. Antara lain patah pada pergelangan tangan dan luka robek di kaki sebelah kanan sehingga harus dijahit tim dokter.

Menurut Budiyono, kejadian bermula saat ia menuju kantornya di Subbagian Keuangan RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno di kawasan Desa Air Anyir Lintas Timur.  Kecepatan sepeda motor yang ia kendarai hanya sekitar 60 km/jam. “Saya berada sekitar sepuluh meter di belakang mobil dan saat melintas di tengah jalan, tiba-tiba motor terperosok dalam lubang yang besar. Akibatnya saya langsung terjatuh dari sepeda motor,” papar Budiyono didampingi istrinya di Ruang Gardenia Nomor 10 RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno.

Nasib baik masih berpihak pada Budiyono. Saat itu tidak ada mobil lain yang melintas. Jika saja ada mobil lewat maka tubuh Budiyono bisa saja akan terlindas mobil tersebut. Kebetulan pula ada seorang pegawai Bank SumselBabel Syariah Sungailiat, Adi  yang tengah melintas sehingga bergegas memberikan pertolongan. Budiyono segera dilarikan ke  RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno. “Untuk itu saya mengucapkan terima kasih  kepada warga yang telah menyelamatkan jiwa saya,” ucap Budiyono dengan mata yang berkaca-kaca.

Kecelakaan lalu-lintas yang menimpa Budiyono ternyata bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Lintas Timur. Tercatat berkali-kali kecelakaan maut telah terjadi. Baik menimpa masyarakat maupun pegawai RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno sendiri. Bahkan ada yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sehingga pantas jalan  Lintas Timur sering disebut sebagai “Jalur Maut”.

Kondisi jalan Lintas Timur yang rusak parah dan tanpa penerangan lampu jalan sebetulnya sudah lama dikeluhkan masyarakat. Bahkan pihak RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno telah berkali-kali melaporkan secara lisan maupun tertulis kondisi jalan tersebut kepada berbagai pihak maupun DPRD Babel. Terakhir kondisi itu dilaporkan langsung kepada Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Babel yang tengah melakukan kunjungan kerja ke RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno pada minggu lalu. Namun entah kenapa perbaikan belum juga dilakukan. “Semoga saya menjadi korban yang terakhir dan perbaikan jalan Lintas Timur segera dilakukan,”  harap Budiyono seperti juga harapan masyarakat lainnya.

Sumber: 
Subbag Umum dan Informasi RSUD Soekarno
Penulis: 
irwanto
Tags: 
Jalan Lintas Timur Bangka Belitung